Beberapa produsen sudah mulai coba melirik bahan-bahan organik untuk bahan baku
sebuah mobil, seperti pada wilayah kursi dan headrest yang menggunakan serat kelapa demi memenuhi teknologi ekologi ramah lingkungan.
Seperti dilansir justauto, Senin (23/11/2009), pada kendaraan tertentu, Mercedes-Benz sudah menyematkan anyaman kelapa yang dilumuri minyak zaitun, serta serbuk gergaji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
generasi terbaru Prius, yang dikenal sebagai ekologi plastik, tanaman berbasis busa yang dibentuk menjadi bagian yang ditemukan di beberapa lokasi di seluruh mobil, termasuk dek lantai dan kursi.
Plastik berbasis tanaman menggantikan plastik konvensional yang dibuat menggunakan petrokimia, sehingga bisa memotong emisi CO2 dalam proses produksi
dan membantu mengurangi penggunaan minyak bumi.
Sampai akhirnya, BMW meningkatkan efisiensi dengan menggunakan energi matahari. Di Eropa Tengah, 1 meter persegi photovoltaic (PV) sel surya dapat menghasilkan listrik sekitar 200W.
Modul PV dapat disematkan pada atap mobil, atau seluruh permukaan mobil. Energi
tersebut dapat digunakan untuk membantu mesin saat melakukan start awal yang
biasanya banyak mengeluarkan emisi.
BMW mengatakan, bahwa 1 kilowatt per jam listrik yang dihasilkan dari matahari,
bukan dari mesin, akan mengurangi konsumsi bahan bakar yang cukup signifikan,
yaitu sebesar 0.3l per 100k m.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?