Leaf Akan Jadi Tambang Emas Nissan

Leaf Akan Jadi Tambang Emas Nissan

- detikOto
Senin, 16 Nov 2009 16:07 WIB
Leaf Akan Jadi Tambang Emas Nissan
Tokyo - Produsen mobil Jepang, Nissan Motor Co Ltd sepertinya sangat yakin dengan masa depan mobil listrik anyarnya Nissan Leaf yang dipercaya akan menjadi tambang emas bagi Nissan di masa depan.

Dengan mobil listrik yang akan diluncurkan pada akhir tahun 2010 mendatang tersebut, Nissan berharap pendapatan yang masuk ke kantong mereka akan bertambah besar, terlebih mereka telah memprediksi bahwa ditahun mendatang tepatnya tahun 2020 10 persen dari pasar mobil dunia akan diisi oleh mobil listrik dan anak terus berkembang ditahun-tahun berikutnya.

"Kami akan membuat uang dari Leaf. Kita harus membuat uang, karena jika kita tidak menghasilkan uang berarti teknologi ini dikutuk," kata Chief Executive Nissan Carlos Ghosn seperti detikOto kutip dari Reuters, Senin (16/11/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan saking percaya diri dengan masa depan Leaf ini, Nissan bahkan berani mengambil pinjaman berbiaya rendah $ 1,6 milyar dari US Department of Energy untuk merubah sebuah pabrik mereka di Smyrna, Tennessee agar mampu memproduksi Leaf. Meskipun untuk model pertama di pasar AS nanti rencananya masih akan diimpor dari Jepang.

"Segala sesuatu yang kita lakukan hari ini - dan itu adalah salah satu alasan mengapa kita melakukan negosiasi dengan pemerintah - adalah untuk memastikan bahwa teknologi ini akan dapat terus berkembang. Kami memiliki akal agar mendapat laba atas investasi dan kami pun akan terus mengembangkan teknologi. Dan konsumen harus membayar harga yang wajar," paparnya.

Menurut Ghosn, salah satu taktik untuk menurunkan biaya produksi mobil listrik dimasa depan adalah bekerja sama dengan pihak lain untuk bersama-sama mengembangkan teknologi ini.

Karena itulah, menurut Ghosh, saat ini Nissan sedang bekerja sama dengan Renault dan membentuk Nissan Renault SA untuk menurunkan biaya produksi mobil listrik dan membagi biaya pengembangan hingga delapan kendaraan.

"Kami pikir teknologi ini adalah suatu teknologi yang dapat kita kontrol, namun kita perlu skala. Dan itu sebabnya hari ini kita sedang membangun kapasitas keseluruhan antara Renault dan Nissan kapasitas produksi hingga 500.000 baterai mobil setahun untuk diinstal ke mobil listri mereka di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang," beber Ghosn.

Hal ini menurut Nissan adalah hal yang sangat penting karena produksi baterai adalah sebuah hal yang utama dalam bisnis mobil listrik ini.

"Mudah-mudahan, kita akan bergerak maju. Karena ini tidak sekedar tentang satu mobil, melainkan sekitar empat mobil untuk Nissan dan empat mobil untuk Renault," ujarnya.



(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads