yang ada di Jepang selama 3 bulan untuk memangkas biaya pengeluaran.
Alasannya sederhana, selain karena terkena hantaman gelombang krisis ekonomi, permintaan mobil di pasar domestik Jepang secara serius ternyata telah menyusut.
al inilah yang membuat Toyota harus mengencangkan ikat pinggang dan berhemat.
SepertiΒ dilansir autoevolution, Jumat (13/11/2009), keputusan Toyota untuk menutup dealer dibuat dengan cara yang logis yakni berdasarkan angka penjualan pada setiap daerah.
Meski begitu, secara kasat mata penutupan 300 diler Toyota itu memang tidak akan terlalu berpengaruh banyak diantara 4.900 diler Toyota yang saat ini ada di Jepang.
Dan kemungkinan diler yang terkena dampak resesi global tersebut adalah diler-diler yang selama ini kurang menguntungkan pihak TMC.
Toyota pun kemungkinan tidak akan 'berani' menutup dealer mereka di daerah padat
penduduk, sebab mereka tentu tidak mau di protes karena mangkir dari kewajiban
menyediakan layanan perbaikan dan pemeliharaan kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh lagi, gelar mereka mobil terbesar di dunia yang saat ini mereka sandang pun terancam oleh produsen mobil Jerman, Volkswagen.
Dan lebih dari itu, akibat resesi global membuat TMC harus menjual sekitar 290 perusahaannya untuk menstabilkan kondisi perekonomian intern Toyota. Saat ini
sudah sekitar 4.900 perusahaan milik Toyota yang sudah dilego.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih