Survei yang dilakukan oleh the National Sleep Foundation menyebutkan lebih dari setengah pengemudi mengaku pernah menyetir sambil mengantuk.
"Orang-orang selalu merasa bisa tetap terjaga dan menyetir dengan memaksakan rasa kantuk dan lelah," ujar Thomas Balkin, seperti dikutip dari Health, Senin (9/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi menunjukkan bahwa tidak tidur selama 20 jam bisa membuat seseorang seperti orang mabuk dan kehilangan kontrol dirinya. Rasa kantuk akan memperlambat waktu dan membuat seseorang kurang sadar.
Untuk itu, The National Sleep Foundation mengingatkan agar berhenti sejenak jika sudah ada pertanda bahaya berikut :
- Susah konsentrasi, kelopak mata sudah sulit dibuka, dan sulit menghindari mimpi di siang hari
- Sering terangguk-angguk dan lupa berapa jarak yang sudah ditempuh ketika menyetir
Sementara itu dalam materi safety riding yang disampaikan oleh tim pebalap Garda Oto Racing Team, tanda-tanda pengendara yang mengalami fatigue adalah, sering menutup mata 1-2 detik, penglihatan sulit untuk fokus, resah dan gelisah, sering menguap, terlihat lelah dan kuyu dan tidak merespons orang sekitar.
Sementara untuk mengurangi fatigue bisa dengan beristirahat atau tidur selama 15-30 menit, jangan berkendara di bawah pengaruh obat-obatan, gerakkan mata dan tumit supaya memperlancar peredaran darah, sering mengkonsumsi air putih dan beberapa buah, serta buka kaca mobil setiap 2 jam.
Jadi jika Anda merasa ngantuk di saat menyetir, berhentilah sejenak dan belilah minuman berkafein agar tetap terjaga beberapa jam kemudian. Namun ingat, kafein tidak akan bisa menggantikan tidur. Solusinya yang sudah pasti saja, Anda tetap harus memejamkan mata.
(fah/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini