Lalu mengapa Subaru berani menghadirkan varian MPV dengan harga di kisaran Rp 400 juta?
Menanggapi hal itu, General Manager PT TC Subaru Jimmy Halim menuturkan pasar MPV tanah air terbilang unik. Dimana pangsa pasar MPV dibawah Rp 400 juta tentunya sangat banyak sekali saingan yang tidak bisa dianggap remeh begitu saja karena imagenya yang sudah mapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
sebelumnya ditempati Honda Odyssey kini sudah tidak diproduksi lagi.
"Nah, celah itu sangat punya potensi, dan saat ini merupakan momentum yang
tepat," ujarnya.
Terlebih dengan beberapa keunggulan Subaru Exiga yang tidak dimiliki para
kompetitornya, seperti disematkannya Turbocharger, serta dimensi bodi yang lebih panjang di kelasnya.
"Silahkan coba, row satu, dua dan tiganya sama nyaman, tidak sempit, karena ini benar-benar MPV," cetus Jimmy.
Jimmy pun melihat fenomena konsumen tanah air, dimana Toyota Alphard, meskipun rentang harganya di kisaran Rp 800 juta bisa tetap diminati pasar Indonesia.
"Sehingga kami pun yakin Exiga bisa diterima," tutupnya.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer