Langkah ini bagian dari upaya preventif untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas karena ban non-standard.
"Kita akan adakan sidak bekerjasama dengan kepolisian dan Depdag, untuk peredaran ban pasar maupun di jalan raya. Ini kita sudah programkan," kata Direktur Kimia Hilir Departemen Perindustrian Tony Tanduk di sela-sela acara panel diskusi industri ban di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (15/10/2009).
Β
Bentuk razia tersebut, lanjut Tony, bisa dalam bentuk terjun langsung menyisir ban-ban non standard (tidak ber-SNI) di pusat-pusat penjualan ban. Selain itu, pihak kepolisian juga akan aktif melakukan pengawasan penggunaan ban bagi pengendara di jalan raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Wadirlantas Mabel Polri Kombes Pol Didik Purnomo di tempat yang sama mengatakan bahwa Polri akan lebih melakukan pengawasan pada penggunaan ban di jalan raya yang tujuannya untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya. Diantaranya melakukan razia kondisi ban bagi pengguna kendaraan di jalan raya.
"Kita hanya sebatas melakukan himbauan, jika ada pengguna kendaraan yang kondisi ban-nya sudah tidak layak maka kita himbau untuk menggantinya," ucapnya.
Selama ini, kata dia, berdasarkan data yang ada kecelakaan lalu lintas yang terjadi sampai mengakibatkan kematian, umumnya terjadi karena faktor ban, seperti ban pecah di jalan tol. Hal ini ditenggarai adanya penggunaan ban non standard dan ban yang sudah tidak layak pakai.
Sedangkan Ketua Bidang Angkutan dan Prasarana Organda Rudy Thehamihardja mengatakan sampai saat ini para perusahaan bidang angkutan darat sangat ketat dalam menggunakan ban. Permasalahan yang terjadi biasanya dalam setiap operasional bukan pada ban tetapi terjadi pada komponen lainnya yang terkait penahan beban.
"Kita di organda tidak ada masalah dengan ban, sangat ketat dalam penggunaan ban. Biasanya kalau terjadi kelalaian penggunaan ban yang tidak layak atau non-standard umumnya bagi pemilik kendaraan pribadi," jelasnya.
(hen/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?