Banyak pihak beranggapan dengan tingginya permintaan mobil ini akan membuat diler-diler Mitsubishi 'bermain mata'Β memanfaatkan lamanya waktu inden untuk menaikkan harga pasaran Pajero Sport.
Namun ketika hal ini ditanyakan ke Direktur Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) Rizwan Alamsjah, dia pun langsung membantahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan begitu, harga Pajero Sport diseluruh dealer pun tetaplah sama dan celah diler nakal untuk bermain menaikan harga Pajero Sport dengan jalan menjanjikan barang datang lebih cepat dapat langsung direduksi.
"Di situasi seperti ini, sebenarnya yang ada bukan diler nakal, tapi malah
konsumen yang nakal," cetus Rizwan.
Maksudnya ketika kondisi inden Pajero Sport masih panjang, banyak konsumen nakal yang berspekulasi membeli lebih dahulu, jadi ketika kemudian hari ada seseorang yang ingin membeli Pajero Sport, konsumen nakal tersebutlah yang menawarkan Pajero Sport miliknya.
"Konsumen nakal inilah yang memanfaatkan ketidak-sabaran konsumen dengan menawarkan Pajero yang sudah dia pesan lebih dulu dengan tentu menaikan harga
jualnya," papar Rizwan.
Inden yang panjang itu sendiri menurut Rizwan terjadi akibat tingginya permintaan konsumen Indonesia terhadap mobil ini. Karena ketika pertama kali diluncurkan, KTB hanyalah menargetkan 500 unit Pajero Sport yang mereka jual perbulannya.
Angka tersebut meleset, karena ternyata permintaan Pajero Sport perbulan lebih
dari angka yang mereka tetapkan itu. Karena itulah saat ini Mitsubishi mendesak
pabrik mereka untuk segera meningkatkan produksi agar waktu inden Pajero dapat
segera dipangkas.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil