Terlebih dengan fakta bahwa hampir semua mobil yang dijual di Amerika pasti
dilengkapi dengan karpet lantai, atau setidaknya menawarkan opsional untuk
melengkapi mobilnya dengan karpet lantai.
Namun ternyata, karpet lantai mobil Toyota dianggap bermasalah, karena National Highway Traffic and Safety Administrations Amerika mendapatkan laporan karpet tersebut bisa memicu pedal gas terbuka lebar karena tersangkut. Tapi kenapa bisa seperti itu?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KickingTires mencari tahu sebab tersebut pada model Toyota Prius 2010, yang kebetulan sedang terdapat di bengkel mereka. Ditemukan bahwa mekanisme penempatan dan dudukan karpet lantai mobil berada pada lokasi yang mungkin mengkhawatirkan.
Sepertinya Toyota merekayasa sebuah pengait karpet (lihat gambar-red) yang
ternyata dapat terlepas dari dudukannya pada dek mobil, sehingga ketika terlepas karpet menjadi menonjol dari permukaan lantai mobil.
Hal itulah yang menyebabkan pedal gas bisa tersangkut ketika pengemudi kebetulan sedan menekan pedal gasnya dalam-dalam, dan tidak menyadari pengait karpet mobil mereka terlepas.
"Model-model Toyota lainnya, yang tidak termasuk dalam penarikan, sebenarnya juga menganut desain yang sama pada karpet mobil mereka," ujar juru bicara Toyota, John Hanson seperti dikutip Autoblog, Jumat (2/10/2009).
Hanya model-model yang telah mendapatkan pengaduan khusus dimasukkan dalam
penarikan tahap pertama, tambah John.
Sehingga, bukan tidak mungkin Toyota akan kembali melakukan penarikan model-model lainnya setelah perincian kasus selesai, termasuk beberapa model untuk tahun 2010.
Toyota di Indonesia sendiri sudah memastikan tidak akan menarik mobil-mobilnya terutama Prius.
"Kita hingga saat ini tidak ada instruksi recall Toyota Prius," kata Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor Joko Trisanyoto.
Ia pun memastikan kondisi Toyota Prius Hybrid tidak mengalami kesalahan pada konstruksi karpet mobilnya seperti yang terjadi di Amerika.
Toyota Prius Hybrid yang beredar di pasar Indonesia adalah Completely Built Up (CBU) dari Jepang dan Toyota Prius Hybrid yang beredar di Amerika adalah rakitan pabrik Amerika. Atas dasar ini ia meyakini Toyota Prius Hybrid di Indonesia baik-baik saja.
Keyakinan yang dilontarkannya karena, meski dengan konsep karpet Toyota Prius Hybrid secara global sama, tetapi dari masalah pengerjaan setiap assembling negara sangat berbeda. "Bisa kita lihat dari masalah pengerjaanya kan berbeda, meski konsepnya sama," ucapnya.
Dan menanggapi penarikan besar-besar yang dilakukan Toyota Amerika, Joko
mengutarakan mungkin saja terjadi kesalahan supplier ketika memasang karpet
mobil. "Mungkin suppliernya lalai waktu masangnya," cetusnya.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Masa Keemasan Mobil China Disebut Bakal Berakhir
Kok Bisa Nggak Dikasih Jalan saat Nyalip Pengemudi Sigra sampai Ngamuk di Tol?