Angka Kecelakaan Tinggi, ATPM Motor Tak Mau Jadi Kambing Hitam

Angka Kecelakaan Tinggi, ATPM Motor Tak Mau Jadi Kambing Hitam

- detikOto
Kamis, 17 Sep 2009 14:20 WIB
Angka Kecelakaan Tinggi, ATPM Motor Tak Mau Jadi Kambing Hitam
Jakarta - Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dianggap bukan sepenuhnya kesalahan pabrikan yang menjual motor tersebut.

Namun dapat juga dipandang sebagai kesalahan pemerintah yang hingga kini tidak mampu menyediakan infrastruktur jalan yang memadai.

"Bayangkan saja, dari total 4.000 kilometer jalan yang rencananya mau dibangun oleh kabinet atau pemerintah, ternyata yang terealisasi 85 km. Itu pun 35 km nya adalah jalan tol, dan bukan jalan umum," papar Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Shinduwinata di Jakarta (16/9/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunadi pun lalu membandingkan kenyataan tersebut dengan perkembangan jalan raya di negara China. Di Beijing saja menurut Gunadi telah terjadi pembangunan jalan hingga 2.000 km di tahun 2008 lalu, belum termasuk daerah lainnya.

Pembangunan jalan yang tidak seimbang dengan pertumbuhan industri kendaraan
inilah yang ditenggarai menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan di jalanan.

"Karena lemahnya pembangunan, jumlah kendaraan di jalan jadi 'terkesan' banyak. padahal tidak. Bandingkan saja angka penjualan motor tahun 2008, Indonesia hanya 6 juta sedangkan China sampai 29 juta," jelas Gunadi.

Itulah yang sebenarnya menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan di jalan. "Semua kendaraan numpuk di jalan yang pembangunannya tidak berkembang," pungkasnya.

Lebih lanjut Gunadi menjelaskan bahwa di dunia indutri, minimnya sarana
infrastruktur jalan pun memiliki efek samping yang dapat menghambat dan
mengecilkan daya saing kita dengan negara tetangga. Sebab 'pendeknya jalan' di Indonesia menyebabkan ongkos perjalanan dan pengiriman barang bagi Indostri jadi terbilang mahal.

"Karena minimnya trasportasi, kalau kita ingin mengirim barang ke suatu daerah haruslah transit beberapa kali di daerah lain. Ini yang menyebabkan ongkos kita jadi mahal sampai 6 kali lipat dari negara lain," ungkapnya.

Itulah sebabnya Gunadi pun berharap pemerintah segera merealisasi rencana mereka membangun jalan dan jangan hanya getol meminta pajak dari industri ataupun masyarakat. "Karena ini adalah tugas pemerintah," tandasnya.




(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads