Namun dapat juga dipandang sebagai kesalahan pemerintah yang hingga kini tidak mampu menyediakan infrastruktur jalan yang memadai.
"Bayangkan saja, dari total 4.000 kilometer jalan yang rencananya mau dibangun oleh kabinet atau pemerintah, ternyata yang terealisasi 85 km. Itu pun 35 km nya adalah jalan tol, dan bukan jalan umum," papar Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Shinduwinata di Jakarta (16/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan jalan yang tidak seimbang dengan pertumbuhan industri kendaraan
inilah yang ditenggarai menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan di jalanan.
"Karena lemahnya pembangunan, jumlah kendaraan di jalan jadi 'terkesan' banyak. padahal tidak. Bandingkan saja angka penjualan motor tahun 2008, Indonesia hanya 6 juta sedangkan China sampai 29 juta," jelas Gunadi.
Itulah yang sebenarnya menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan di jalan. "Semua kendaraan numpuk di jalan yang pembangunannya tidak berkembang," pungkasnya.
Lebih lanjut Gunadi menjelaskan bahwa di dunia indutri, minimnya sarana
infrastruktur jalan pun memiliki efek samping yang dapat menghambat dan
mengecilkan daya saing kita dengan negara tetangga. Sebab 'pendeknya jalan' di Indonesia menyebabkan ongkos perjalanan dan pengiriman barang bagi Indostri jadi terbilang mahal.
"Karena minimnya trasportasi, kalau kita ingin mengirim barang ke suatu daerah haruslah transit beberapa kali di daerah lain. Ini yang menyebabkan ongkos kita jadi mahal sampai 6 kali lipat dari negara lain," ungkapnya.
Itulah sebabnya Gunadi pun berharap pemerintah segera merealisasi rencana mereka membangun jalan dan jangan hanya getol meminta pajak dari industri ataupun masyarakat. "Karena ini adalah tugas pemerintah," tandasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi