Volvo Resah dengan PPnBM

Volvo Resah dengan PPnBM

- detikOto
Kamis, 17 Sep 2009 10:47 WIB
Volvo Resah dengan PPnBM
Jakarta - Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Volvo di Indonesia, PT Indobuana Autoraya (IBAR) ikut mengkhawatirkan kenaikan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Otomatis, kenaikan pajak itu pasti akan melambungkan harga mobil Volvo di Indonesia. Khususnya mobil Volvo berkapasitas mesin diatas 3.000 cc.

"Penerapan pajak itu akan sangat merusak mobil di atas 3.000 cc. Kemungkinan harga akan naik sebesar 30 sampai 40 persen untuk Volvo berkapasitas mesin di atas 3.000 cc," kata CEO IBAR Paulus Bambang Suranto, kepada wartawan di Jakarta di Kawasan Sudirman, Jakarta (16/9/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paulus pun tidak menutupi kemungkinan bahwa harga mobil berkapasitas mesin besar naiknya bakal melebihi 40 persen.

Perkembangan mobil Eropa di Indonesia yang selama ini cukup menyakinkan akan semakin tergerus oleh perkembangan mobil asal Jepang. "Dominasi mobil Eropa akan tergerus oleh mobil Jepang. Seharusnya kenaikan pajak itu jangan diberlakukan," ujarnya.

Menurutnya, jika pajak ini betul-betul diterapkan Volvo kemungkinan akan mengalami perubahan prospek produknya di Indonesia.

"Kita cukup tertekan, dan untuk kedepannya kita akan mengubah komposisi produk kita," ujarnya.

Perubahan komposisi menurut pria berkacamata ini dengan menghindari produk yang berkapasitas mesin diatas 3.000 cc yakni dengan tidak menyiapkan stok mobil Volvo bermesin 3.000 cc keatas sebagai alasan menghindari pajak yang memberatkan tersebut.

Namun, PT IBAR sendiri pun tidak serta merta menutup pasar Volvo bermesin diatas 3.000 cc di Indonesia. Selanjutnya, PT IBAR tetap melayani konsumen yang ingin memiliki produk mewah tersebut. "Konsumen bisa mendapatkan produk itu, tetapi dengan cara inden," ujarnya.

Namun, distributor Volvo untuk Indonesia itu tetap yakin dan terus menjalankan bisnisnya di Indonesia. "Tapi kita tetap yakin meski ada pajak itu pasti akan ada saja yang beli produk kita,” yakinnya.
(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads