Namun, perkembangan tersebut seolah coba dihadang oleh rencana kenaikan tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) hinga 200 persen, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi para ATPM roda dua tanah air, kenaikan
tersebut bisa melemahkan daya beli masyarakat.
"Pajak progresif mungkin kita tidak terlalu khawatir, tapi kalau PPnBM, jelas menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi kami," ujar Vice President Director Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Dyonisius Beti, di sela-sela acara buka bersama Yamaha, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bila misalnya sebelumnya BBN hanya 10 persen, bisa jadi 20 persen, tentunya harga jual produk ikut naik kan?" cetus Dyon.
Dengan naiknya harga jual, otomatis pihak leasing yang memfasilitasi pembelian secara kredit akan menaikan DP, yang tentunya akan semakin mempersulit masyarakat untuk memiliki sepeda motor.
"Penjualan bisa turun sampai 40 persen, karena masyarakat yang shock, dampaknya akan besar," ujar Dyon.
Karenanya, kalaupun tetap harus dinaikkan, dirinya berharap kenaikan tersebut dilakukan secara bertahap, guna memberikan kesempatan pada masyarakat untuk beradaptasi.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?