Jumlah pengiriman motor ke berbagai daerah di belahan pulau Jawa berangsur-angsur mulai meningkat di masa menjelang lebaran kali ini.
"Sejak H-10, jumlah pengiriman motor ke Jawa sudah mulai meningkat," ungkap Elis Rohmi yang merupakan karyawan bagian logistik di perusahaan ekspedisi PT Benny Putra ketika di temui detikOto di areal Stasiun Senen, Jakarta, Selasa (15/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angka itu lebih tinggi dari jumlah motor yang dikirim pada lebaran tahun lalu," ujarnya.
Meski menjelang mudik ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bisnis pengiriman paket motor ke daerah ternyata tidak sesuai harapan para pelakunya.
"Karena meskipun lebih tinggi dari tahun lalu, jumlah motor yang dikirimkan ke daerah masih lebih rendah dari tahun 2007," ungkap Elis.
Bahkan kalau biasanya pengiriman motor ke daerah seperti Tegal dan Pekalongan relatif ramai, tahun ini dirasa Elis cukup aneh. Sebab jumlah pengiriman motor ke kedua daerahΒ tersebut merosok dengan sangat tajam.
"Kita juga heran kenapa bisa begitu, kemungkinannya ya mereka ikut rombongan," tandasnya.
"Kami juga janjikan barang sampai paling lama 3 hari, tapi kenapa situasinya begini ya," tanya Elis.
Meski heran, Elis memperkirakan hal ini terjadi karena banyaknya program mudik bersama yang memang dilakukan oleh sejumlah perusahaan.
"Sekarangkan banyak banget yang ngadain mudik bareng, jadi orang yang tadinya mau kirim motor lewat paket jadi 'tergoda' untuk ikut rombongan itu," pungkasnya.
Di tahun 2007 silam menurut Elis pihaknya mampu mengirimkan hingga 70-80 motor perharinya, namun di masa mudik tahun 2009 ini, pihaknya hanya mampu mengirimkan 50 motor.
Elis juga mengungkapkan bahwa kebanyakan motor tersebut dikirimkan ke berbagai daerah mulai dari Semarang, Solo, Yogyakarta, hingga ke wilayah Jawa Timur seperti Bojonegoro dan Surabaya.
"Semua motor dijanjikan akan sampai ke tempat tujuan paling lama 3 hari," ujarnya.
Dan untuk masalah biaya, setiap ekspedisi menurut Elis mematok harga yang
relatif sama yakni sekitar Rp 200-220 ribu sekali jalan.
"Itu untuk motor bebek dan skuter, sementara motor laki (sport) selisihnya lebih mahal Rp 20 ribu," tandasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini