Nissan Teana Merangkak Naik

Nissan Teana Merangkak Naik

- detikOto
Kamis, 10 Sep 2009 17:22 WIB
Nissan Teana Merangkak Naik
Jakarta - PT Nissan Motor Indonesia bersikeras untuk tidak membawa varian lain selain sedan premium mereka, Nissan Teana. Hasilanya, perlahan-lahan, penjualan Nissan Teana merangkak naik.

Hal tersebut disampaikan Direktur Marketing PT Nissan Motor Indonesia Teddy Irawan, di Jakarta.

"Kita bangga melihat market Teana yang terbilang bagus, dengan respons yang sangat positif," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak diluncurkan sampai saat ini, Teana tercatat sudah terjual sekitar 140 unit, dengan 90 unit diantaranya sudah dikirimkan pada konsumen.

Teddy memaparkan, pesanan terakhir, tercatat 50 unit Nissan Teana yang sudah didistribusikan dari prinsipal, yang kelak akan segera dikirimkan kepada konsumen dalam beberapa bulan kedepan.

"Kira-kira, sampai akhir tahun nanti bisa nambah 10 unit lagi," ujar Teddy.

Meski tidak mau disandingkan dengan sedanpremium lain yang sejenis, namun pencapaian Teana sejauh ini bisa dibilang sebagai prestasi tersendiri bagi Nissan, mengingat konsentrasi mereka adalah pada pasar SUV dan MPV.

Nissan Yakin Capai Target Tahun Ini

Sementara itu melihat kondisi perekonomian semakin membaik, membuat PT Nissan Motor Indonesia optimistis dapat mencapai target penjualannya tahun ini.

Terlebih ketika melihat angka penjualannya di bulan Agustus lalu, dimana Nissan berhasil mencatatkan angka penjualan sekitar 2.090 unit, yang sebagian besar didominasi oleh Nissan Livina.

"Penjualan kita lumayan bagus, ada tren kenaikan dari bulan ke bulannya," ujarnya.

Tahun ini, NMI menargetkan angka penjualan sebanyak 22.000 unit, yang dimulai sejak bulan April 2009 sampai Maret 2010.

"Kita melihat kondisi pasar kedepan akan membaik, selama perekonomian stabil, pada smester kedua nanti kita yakin bisa mencapai target tahun ini," ujarnya.

Nissan pun melalui Teddy menyatakan, bila dibandingkan tahun 2008 lalu, penjualan Nissan mengalami kenaikan pada kisaran belasan persen, seperti yang dinyatakan Teddy.

"Kenaikannya lebih dari 10 persen, meskipun tidak sampai 20 persen, sekitar belasan," tutupnya.

(bgj/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads