"Masyarakat akan tetap membeli mobil kok. Tapi fungsinya bergeser," kata Pengurus Harian YLKI, Tulus AbadiΒ dalam dialog publik di Menara Cakrawala, Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Kamis, (3/9/2009).
Jika selama ini masyarakat Jakarta menggunakan mobil sebagai sarana utama, maka ketika MRT telah jadi otomatis mayarakat akan berubah kebiasaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik mobil akan menggunakan mobil sesuai fungsinya seperti untuk keluar kota atau acara keluarga akhir pekan.
"Jadi konsumsi mobil tetap tinggi. Tak pengaruh oleh kenaikan pajak progresif. Maka tak ada kehawatiran bagi ATPM jika akan mematikan sektor market mobil," tambahnya.
Meski demikian, logika ini harus diiringi oleh kemauan politik pemerintah. Menurut pembicara lainnya dari Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat FE UI (LPEM-UI), Nurul Achjar, ada 3 kunci utama mengatasi macet Jakarta yaitu tata kelola kota yang berkonsep lingkungan hidup dan masayarakat. Yang kedua yaitu penerapan pajak progresif untuk menekan pembelian kendaraan dalam jumlah besar.
"Dan yang ketiga adalah kemauan politik. Seperti di Amerika Serikat, pertumbuhan jalan telah distop. Dan dalam pembangunan jalan selalu memperhatikan aspek taman kota sebagai tempat berkumpul masyarakat dan lingkungan hidup," sarannya.
(asp/ddn)












































Komentar Terbanyak
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar