Pemerintah UEA memiliki pendekatan yang unik terhadap kampanye keselamatan nasional mereka.
Daripada membuat kampanye lewat iklan yang mempengaruhi rasa ketakutan orang tentang kena tilang, mereka akhirnya memutuskan untuk membuat kampanye tentang sabuk pengaman yang gaul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para desainer akan diundang untuk mengajukan ide mereka untuk sabuk pengaman
tersebut dan memiliki keleluasaan untuk memilih warna dari sabuk pengaman saat
konsumen membeli mobil, adalah salah satu bagian dari program tersebut.
Memang terdengar cukup menarik, tapi jika menimbang image 'Gucci' dan
merek-merek mewah lainnya yang terkenal ketat dalam melindungi properti hasil
desain mereka, bisa dipastikan kampanye menggunakan logo fashion ini tidaklah
semudah yang diharapkan.
Namun, ide pemerintah UEA tersebut patut diacungi jempol, mengingat pentingnya
menggunakan sabuk pengaman ketika berkendara. Program yang dinamakan fashionable seat belt campaign tersebut akan dilaunching selepas bulan ramadan ini.
Kalangan muda di UEA masih acuh tak acuh dalam menggunakan seat belt. Hal itu didasarkan dengan fakta kalau di Abu Dhabi, hanya 11 persen warga negaranya yang mau menggunakan sabuk pengaman.
Padahal seat belt sudah berumur 50 tahun dan sudah terbukti menyelamatkan jutaan orang. Victoria, Australia merupakan negara pertama di seluruh dunia yang mengatur hal tersebut pada tahun 1970 silam.
Pada tahun pertama dilaksanakan, peraturan menggunakan sabuk pengaman ini dapat mengurangi dampak kecelakaan fatal hingga 18 persen.
Bulan Agustus ini, tepatnya pada 13 Agustus 2009 lalu, adalah ulang tahun sabuk
pengaman yang ke-50 sejak ditemukan seorang teknisi Volvo yakni Nils Bohlin
sejak tahun 1959.
(bgj/ddn)













































Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB