BPPT juga bersedia mengembangkan mesin multi fungsi berkapasitas 500 cc dengan harga Rp 8 juta, dan itu untuk keperluan mesin pertanian, genzet dan angkutan sungai atau perahu.
"Jadi kita tidak hanya mengembangkan mesin mobnas GEA saja, tetapi kita mengembangkan mesin diluar itu seperti mesin keperluan pertanian, genset dan perahu," kata Koordinator RUSNAS Engine (Riset Unggulan Strategis Nasional) BPPT Nyoman Jujur kepada detikOto, akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi mesin ini juga cocok untuk alat pertanian, genset dan angkutan perahu karena torsinya yang besar," ujarnya.
Selain itu, diakui Nyoman, mesin 500 cc itu juga bisa menjadi mesin angkutan khusus seperti didaerah tertentu. "Mesin itu juga bisa dipakai untuk mesin mobil angkutan khusus seperti di daerah Serpong yakni tempat pengujian mesin GEA yang kapasitas angkutnya tidak terlalu besar," imbuhnya.
Hingga saat ini, mesin berkasitas 500 cc itu sedang menunggu hasil pengujian, apabila hasil tes sudah sempurna maka mesin berkapasitas 500 cc tersebut siap dilempar ke pasaran. "Tinggal menunggu hasil penyempurnaan, bila semua sempurna maka kita siap jual dengan harga Rp 8 juta dan mesin itu multi fungsi,"
imbuhnya.
Dan khusus untuk mesin perahu, BPPT terus melakukan penyempurnaan terhadap mesin 500 cc tersebut. Hanya tinggal menunggu hasil terbaiknya. "Untuk mesin perahu kita sedang trial dan terus kita sempurnakan pada bagian belt yang akan kita rubah memakai rantai," ucapnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas