"Dari pelaksanaan operasi ini mempengaruhi data kecelakaan lalu lintas," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Yaya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (20/8/2009).
Angka kematian selama operasi dari tanggal 10-19 Agustus menurun menjadi 25 orang. Sebelum operasi, angka kematian mencapai 30 orang dari tanggal 31 Juli hingga 9 Agustus.
Angka kecelakaan sendiri, cenderung menurun selama Operasi Zebra. Sebelum operasi, angka kecelakaan mencapai 306 kasus."Setelah operasi menurun menjadi 176," katanya.
Meski demikian, Yaya mengaku angka tersebut masih memprihatinkan. "Ini kita masih prihatin karena banyak nyawa manusia yang sia-sia di jalan," katanya.
Operasi Zebra ini bertujuan untuk mengurangi angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas dan kemacetan. "Pada hakikatnya kita ingin menyelamatkan nyawa manusia," ungkapnya.
Ada pun sasaran operasi ini adalah roda dua dan angkutan umum. Kedua moda tersebut dianggap penyebab utama kecelakaan dan kemacetan.
"Motor yang paling umum tidak pakai helm dan melawan arus plus zig zag dan kebut-kebutan," pungkasnya.
Operasi Zebra dilakukan dari tanggal 10 Agustus hingga 19 Agustus. Operasi tersebut dilakukan di 60 titik lokasi.
(mei/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?