Itulah yang menjadi landasan para pemilik motor tua, seperti BMW R 27 keluaran tahun 1966, kepunyaan Bro Paminto ini, yang turut mejeng dalam gelaran Batavia Bikers Week, di taman Museum Fatahilah, Jakarta, Minggu (9/8/2009)
"Bentuk klasiknya, siapa yang bisa menyangkal? Sangat enak dipandang," ujarnya kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkapasitas mesin 250 cc, berpenerus daya sebuah gardan, tentunya menambah nilai tersendiri bagi motor yang kebanyakan dilabur warna hitam ini.
"Asal semuanya masih standar, tidak sulit kok perawatannya, paling hanya aki yang disesuaikan menjadi 12 volt, aslinya kan hanya 6 volt, biar lebih mudah saja kalau ada apa-apa," promosinya.
Selain mengimpor langsung dari Jerman, kumpulan komunitas BMW NArsis Club pun ternyata cukup efektif untuk berburu spare part yang dibutuhkan untuk motor ini.
"Kecuali aksesoris, itu lebih mudah, karena sudah bisa dibuat sendiri disini," ujarnya.
Biarpun lawas, ternyata untuk pasaran harga jualnya tidak murah lo. Bayangkan saja, BMW R 27 1966 kepunyaan Paminto yang ditawar 60 juta pun ditolak mentah-mentah.
"Ya karena pasarannya saja sudah 80 juta, belum lagi nilai sejarahnya," cetus Paminto.
Karenanya, menurut Paminto, nantinya kelak bila motor kecintaannya ini sudah tidak bisa digunakan sekalipun, dirinya tidak akan membuang atau membiarkannya menjadi bangkai.
"Saya akan pajang di ruang tamu pun, tetap indah dipandang," tutupnya.
(bgj/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Usulan Biar Pemprov DKI Tetap Dapat Pemasukan meski Pajak EV Rp 0