"Tata Motors dimungkinkan untuk masuk ke Indonesia namun saat ini mereka masih sibuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri," kata Pemimpin Delegasi Industri India Rajive Kaul yang juga berasal dari Nicco Corporation usai bertemu Menteri Perindustian Fahmi Idris di Gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (6/8/2009).
Ia sangat optimis Tata Nano bisa menjadi mobil kelas dunia, karena memiliki harga sangat kompetitif yaitu hanya US$ 2.500 per unit termasuk dengan pajak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Dirjen ILMTA Depperin Ansari Bukhari mengatakan dalam kesempatan pertemuan dengan para pengusaha India, Menteri Perindustrian Fahmi Idris sempat menawarkan agar India bisa mengembangkan mobil murah di Indonesia termasuk Tata Nano.
"Tadi juga Pak Menteri menawarkan low cost car, tapi kata mereka sekarang ini Tata Nano saja masih inden, dalam negeri saja belum bisa dipenuhi jadi nggak bisa ekspor," jelas Ansari.
Selama ini investasi India dibidang otomotif cukup agresif, misalnya perusahaan sepeda motor TVS telah berivestasi dengan nilai investasi sebesar US$ 5 juta, akan ditingkatkan menjadi US$ 10 juta pada tahun 2009 ini.
Perusahaan lainnya yang telah menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia antara lain Bajaj Auto Limited yang saat ini sudah masuk melalui produk built up-nya langsung diimpor dari India.
(hen/ddn)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat