Punya Mobil Banyak, Pajaknya Lebih Tinggi

Punya Mobil Banyak, Pajaknya Lebih Tinggi

- detikOto
Rabu, 05 Agu 2009 12:23 WIB
Punya Mobil Banyak, Pajaknya Lebih Tinggi
Jakarta - Setelah sejak 3 tahun lalu di godok, akhirnya rencana penerapan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Progresif bakal diketok oleh DPR.

DPR dalam rapat panitia khusus dengan pemerintah sudah menyetujui penerapan pajak. Dengan pajak ini, mereka yang punya kendaraan lebih dari 1 bakal kena pajak kendaraan lebih tinggi lagi. Pemilik kendaraan lebih dari satu diharuskan membayar pajak kendaraan yang lebih mahal untuk kendaraan kedua, ketiga dan seterusnya yang mereka miliki.

Bila untuk kendaraan pertama si pemilik hanya dikenakan pajak sebesar 2 persen dari nilai jual kendaraan, maka untuk kendaraan kedua dan seterusnya, angka tersebut akan naik menjadi antara 2-10 persen dari nilai jual kendaraan tergantung keputusan pemerintah provinsi tempat si pemilik berada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini menurut pemerintah dinilai sebagai upaya yang efektif untuk meredam pertumbuhan kendaraan yang nantinya juga akan berefek mengurangi kemacetan yang saat ini sudah akut.

Selain itu, pendapatan pajak yang didapat pemerintah pun dinilai sangat berguna untuk membantu pertumbuhan di daerah. Terlebih, 10 persen dari penghasilan pajak kendaraan ini juga wajib dialokasikan untuk pembenahan dan pembangunan infrastruktur jalan.

"Aturan pajak itu tidak akan menggaggu industri itu malah menurut saya akan meratakan distribusi penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia," ujar Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Harry Azhar Azis kepada detikOto, Rabu (5/8/2009).

Jenis kendaraan yang dikenakan pajak adalah semua kendaraan beroda beserta gandengannya, baik di darat maupun air.

Semua kendaraan itu dikenai pajak progresif kecuali kereta api, kendaraan pertahanan, dan kendaraan milik kedutaan besar asing.

Peraturan yang tertuang dalam RUU Pajak Daerah dan Retribusi Daerah tersebut sekarang sedang dibicarakan di rapat paripurna yang saat ini sedang berlangsung dan kemungkinan gol pun hanya tingal menunggu waktu saja.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads