Hal tersebut diutarakan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris, disela-sela Pameran Industri Transportasi dan Pendukungnya, di gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (21/7/2009)
Namun, pada kenyataannya, banyak perusahaan besar yang masih enggan untuk mengucurkan investasinya bagi produsen otomotif nasional tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan pemerintah sendiri, sampai saat ini belum melakukan upaya yang signifikan untuk memajukan industri otomotif nasional, seperti mmisalnya dengan mengucurkan dana investasi bagi produsen lokal tersebut.
Karena, harapannya, sebelum perusahaan swasta memulai, hendaknya pemerintah mendahului dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tentunya sangat potensial untuk membantu para produsen otomotif lokal tersebut.
"Tapi sampai saat ini, kita belum punya BUMN yang khusus bergerak di industri otomotif," ujar Fahmi.
Begitupun ketika disinggung, kapan kiranya pemerintah akan memulai untuk berinvestasi di industri otomotif nasional dengan membentuk BUMN khusus otomotif.
Menanggapi hal itu, Fahmi hanya menjawab belum saatnya, karena mungkin produknya juga belum kompetitif.
"Lagipula pemerintah kan tidak berbisnis," pungkasnya.
(bgj/ddn)










































