Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan kepada detikOto, Jumat (17/7/2009).
Dia merasa yakin, meskipun tetap ada pengaruh terhadap pasar, tapi tidak akan sampai mengalahkan ledakan investasi di dunia otomotif yang sejak awal tahun ini mulai meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biar bagaimanapun, lanjut Johnny, ledakan bom sudah sering terjadi di Indonesia, sehingga sebelum melakukan investasi, Johnny yakin para investor sudah mempertimbangkan hal-hal seperti ini.
"Jadi mereka tidak akan sampai sepanik ketika pertama kali bom terjadi beberapa tahun lalu, sehingga mengurungkan niatnya," tutur Johnny.
Pusat-pusat keramaian sajalah yang dampaknya akan paling besar, namun industri kemungkinan akan berjalan sebagaimana mestinya.
"Selama pemerintah cepat tanggap terhadap kasus ini, mudah-mudahan investasi akan terus berjalan normal," tutup Johnny.
Hal senada dilontarkan Deputy Director Nasional Sales & Promotion
PT Nissan Motor Indonesia Teddy Irawan. Pasar mobil diperkirakan tetap akan normal.
"Saya rasa tidak terpengaruh dengan apa yang terjadi pagi tadi" ujarnya.
Menurutnya, ledakan di Mega Kuningan jangan dihubung-hubungkan dengan penjualan Nissan.
"Tidak langsung begitu saja mengkoreksi, kita harus lihat dulu apakah itu benar-benar mengancama apa tidak," ujarnya.
Dan pastinya, lanjut Teddy jika memang benar ancaman berarti tidak hanya NMI yang kena, produsen lainnya juga kena. "Kalau memang ancaman pastinya tidak hanya kita yang kena, industri lainnya juga kena," cetusnya. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya
Kok Bisa Nggak Dikasih Jalan saat Nyalip Pengemudi Sigra sampai Ngamuk di Tol?