mendatangkan space up! ke pasar tanah air tampaknya begitu menggelitik.
Bukan saja karena pernyataan GMM yang menyebutkan bahwa harga mobil mungil ini yang hanya sekitar Rp 100 jutaan saja, namun juga karena perpaduan unik terjadi antara desain dan fungsi kendaraan itu sendiri.
Space up! merupakan keluarga dari VW Up! yang desainnya dibuat oleh Walter de Silva dan Klaus Bischoff serta pertama kali muncul di Frankfurt Auto Show 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika pertama kali muncul, space up! tampil futuristik dengan penggerak roda belakang, mesin boxer serta pelek besar berukuran 18 inchi.
Kabinnya pun terlihat sangat modern dengan penempatan empat tempat duduk yang minimalis di tambah dua monitor di dashboardnya serta sebuah multimedia system yang dapat digunakan untuk mengetahui dan mengontrol setiap fitur yang ada di mobil ini.
Dan untuk space up!, selain telah melengkapi diri dengan semua fitur yang ada di Up!, panjang mobil ini pun ternyata juga ditambah 23 cm dariΒ 3.45 meter menjadi 3.68 meter serta lebar 1.63 meter dengan tinggi 1.54 meter.
Bila memang benar akan diproduksi pasar, kemungkinan besar varian inilah yang akan dipasarkan di Indonesia dengan harga hanya sekitar 100 jutaan saja.
Namun bukan berarti varian Up! cuma ada segitu. Sebab pabrikan asal Jerman tersebut juga telah membuat versi lain dari space up! mereka yang dinamai space up! Blue.
Memang secara tampilan amat susah membedakan space up! 'biasa' dengan space up! Blue. Karena secara fisik keduanya memang serupa.
Hal yang jelas-jelas membedakan keduanya hanyalah ada pada sumber tenaga. Karena bila space up! masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai penggeraknya space up! Blue sudah jauh lebih modern karena telah melengkapi diri dengan aplikasi pembangkit listrik tenaga matahari yang ditempatkan di atap space up! Blue.
Di atapnya tersebut terdapat panel solar berkekuatan 150 watt. Belum lagi 12 baterai lithium-ion yang dapat menghasilkan tenaga hingga 45 kW dan membawa mobil mungil ini berjalan hingga 105 km.
Selesai sampai disitu? tentu tidak, karena bila kedua teknologi tersebut dikombinasikan dengan teknologi hidrogen yang juga dikembangkan oleh Volkswagen total jarak yang dapat ditempuh oleh mobil ini pun jadi makin bertambah menjadi 350 km.
Apa masih bisa Rp 100 jutaan?
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!