Komodo Batal Bersanding dengan Arina di IIMS

Komodo Batal Bersanding dengan Arina di IIMS

- detikOto
Selasa, 14 Jul 2009 12:16 WIB
Komodo Batal Bersanding dengan Arina di IIMS
Jakarta - Kendaraan offroad asal Cimahi Jawa Barat yang dikembangkan oleh PT Fin Tetra Indonesia, yakni Komodo, sepertinya urung untuk unjuk kekuatan di gelaran the 17th Indonesia International Motor Show 2009 (IIMS).

Hal tersebut diutarakan CEO PT Fin Tetra Indonesia, Ibnu Susilo, ketika berbincang dengan detikOto melalui telefon, Selasa, (14/7/2009).

Padahal, gelaran internasional tahunan yang disangsikan banyak pihak kemeriahannya karena digelar di tengah krisis ekonomi ini, bakal tetap terasa istimewa karena juga turut dihadiri oleh mobil-mobil garapan tanah air seperti Komodo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sebenarnya ingin ikut, tapi terkendala biaya," ujar Ibnu.

Sehingga, pertimbangan tersebut membuat Komodo urung untuk terus melangkah menuju JIExpo Kemayoran tanggal 24 Juli nanti.

"Harga stand nya terlalu mahal untuk kita, padahal waktu PPI (Pameran Produksi Indonesia-red) kita dapat stand gratis," ujar Ibnu.

Sebenarnya, tambah Ibnu, pihaknya sudah siap untuk mempertontonkan produk andalannya tersebut, yakni Komodo 2 seater dan Komodo 1 seater, sebagai kendaraan handal di segala medan.

"Kita sih siap, dan teman-teman juga sudah siap untuk bantu," tutup Ibnu.Dyandra pun segera mengkonfirmasikan hal tersebut, melalui Automotive Event Division Manager Dyandra Ichwan Sofwan menuturkan pihaknya dalam pameran memang mempunyai program CSR. Program CSR ini antara lain pemberian diskon biaya stand atau malah penghapusan biaya stand.Namun CSR itu mereka tujukan untuk kalangan akademisi, bukan Industri.

"Komodo kan sudah termasuk industri, produk-produk mereka sudah dijual secara umum," bela Ichwan ketika dihubungi detikOto, Selasa (14/7/2009).

Berbeda dengan Arina, tambah Ichwan, yang hadir dengan mengatasnamakan Universitas Negeri Semarang. "Otomatis, kita terbuka untuk mereka, karenanya kita berikan stand secara gratis," cetus Ichwan.

Sedangkan Komodo, karena sudah termasuk Industri, maka dikenakan biaya yang sama untuk setiap stand, seperti juga industri-industri lainnya, baik lokal maupun manca negara.

"Kita kenakan harga yang sama ko untuk semua industri, kan kalau tiap-tiap industri dikenakan harga yang berbeda, bisa ribut nantinya," ujar Ichwan.

Namun, sebenarnya pihak penyelenggara pun bisa bernegosiasi untuk penawaran lain, menyangkut fasilitas yang bukan berupa tarif atau harga.

"Pameran kan tidak selalu soal stand, tapi banyak juga fasilitas lain, untuk itu mungkin kita bisa negosiasi," tawar Ichwan. (bgj/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads