Karena selain hal itu dilakukan di tengah trend kenaikan harga ATPM lain, D-Max pun ternyata tidak mengalami penurunan spesifikasi layaknya mobil yang mengalami turun harga.
Namun setelah ditelusuri, hal itu ternyata dapat terjadi karena PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IMAI) menjalankan strategi baru yakni dengan memperpendek rantai distribusi pengiriman D-Max.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu menurut Supranoto menjadikan penurunan harga D-Max menjadi sangat signifikan.
Karena bila di bulan April lalu price list D-Max Rodeo mencapai Rp 375,7 juta, harga tersebut turun drastis di bulan Juli ini yakni hanya Rp 325 juta saja. Itu baru di price list, karena setelah diberi diskon, harga D-Max di pasar pada bulan April ternyata jadi lebih rendah lagi yakni hanya Rp 315 juta saja di bulan
Juli ini.
Begitu pula dengan D-Max double cabin base yang di bulan April lalu price list-nya mencapai angka Rp 322,7 juta, turun menjadi Rp 297 juta di bulan Juli ini.
Terlebih bila telah ditambah dengan diskon, harga D-Max pun jadi turun dari Rp 307 juta di bulan April menjadi Rp 287,5 juta di bulan Juli.
Sementara untuk D Max single cabin, harga diskon pada bulan April Rp 252,3 juta juga diturunkan menjadi 242,5 juta di bulan ke tujuh ini.
Penurunan harga D-Max ini menurut Supranoto sangat penting untuk dilakukan agar D-Max dapat bersaing dengan lebih ketat dengan kompetitornya yang kebanyakan dibandrol dengan harga yang lebih murah.
"Penurunan itu terjadi berkat rantai distribusi yang kita perpendek tadi," ujarnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta