Salah satunya, dengan hadirnya mobil hybrid, yang diklaim selain ramah lingkungan, juga hemat energi, karena adanya gabungan teknologi mesin bensin dengan motor listrik.
Karena, dengan jargon 'Lanjutkan!', pasangan capres-cawapres nomor urut 2, yakni SBY-Boediono, menyatakan pemotongan import duty bagi mobil hybrid akan terus dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam melakukan penghematan energi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan mengenai pemotongan bea masuk tersebut, lanjutnya sebenarnya sudah lama dilakukan oleh pemerintahan SBY.
"Sejak 2 tahun lalu kita sudah membicarakan tentang mobil hybrid tersebut," ujarnya.
Kenapa baru mengenai pemotongan bea masuk? Karena secara realistis, Indonesia untuk kepentingan domestik belum bisa memproduksi mobil bermesin ganda tersebut.
"Nah, demi upaya penghematan energi, kita terus pikirkan bagaimana caranya bisa dipasarkan di sini, salah satunya ya pemotongan import duty," ujarnya.
Namun, tambah Chatib Basri, kedepannya produsen domestik harus bisa memproduksi mobil hybrid, sehingga tidak hanya mengandalkan insentif semata.
Untuk saat ini, kedepannya SBY-Boediono bakal terus mengeluarkan insentif bagi mobil hybrid tersebut, seperti pemotongan import duty agar harga jualnya bisa dirasionalisasikan.
(bgj/ddn)











































Komentar Terbanyak
Wanti-wanti Prabowo Buat Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru