Mulai semester II-2009 ini, IAMI akan memperkuat posisi D-Max di pasar otomotif nasional, khususnya segmen double cabin.
Hal tersebut disampaikan Marketing Director PT IAMI, Supranoto, disela acara Isuzu Technical Skill Competition 2009, di Training Center Isuzu, Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, akhir pekan ini, Sabtu, (5/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut, karena selama ini D-Max dinilai sebagai kendaraan yang mahal dengan spare part yang langka. "Sehingga selama ini kami ketinggalan," ujar Supranoto.
Karenanya, selain telah lebih dulu menurunkan harga jualnya menjadi Rp 300 juta, ketersediaan spare part pun akan semakin ditingkatkan.
"Bila saat ini, ketersediannya baru mencakup 95 persen, dalam 2 bulan kedepan akan menjadi 100 persen," janji Supranoto.
Dengan kisaran harga tersebut, D-Max akan berhadapan langsung dengan Ford Ranger yang baru saja diluncurkan juga dengan rentang harga Rp 300 juta.
Selain itu melahirkan lagi D-Max, Isuzu akan membawa varian Sport Utility Wagon mereka, yakni Isuzu MU7 ke Indonesia dalam waktu dekat ini.
"Ya kita akan datangkan MU-7 ke Indonesia, tapi hanya untuk di display di IIMS nanti," ujarnya.
Meskipun hanya untuk display, lanjut Supranoto, namun dirinya yakin, pasar akan melihat keunggulan dari produk Isuzu ini.
Namun, Supranoto mewakili IAMI menyatakan belum akan memasarkan MU-7 dipasar tanah air, mengingat mereka masih memiliki varian andalan lain yang lebih cocok untuk kondisi pasar Indonesia.
5 Diler Baru
Di tahun 2009 ini, IAMI akan menambah sekitar 5 diler baru untuk seluruh kawasan Indonesia, yaitu di Padang, Bengkulu, Bangka Belitung, Tegal dan Kupang.
"Kita selalu berusaha memuaskan konsumen, karenanya di tahun 2009 ini kita akan tambahkan 5 diler baru," ujarnya.
Sebelumnya, IAMI sudah memiliki jaringan diler sebanyak 73 diler, yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan kehadiran 5 diler baru kedepannya, diharapkan IAMI dapat semakin memberikan kepuasan pada konsumennya.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB