Bahkan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengatakan, khusus di Jakarta saja, 70 persen penyumbang kecelakaan berasal dari pengendara roda dua.
Namun, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Shinduwinata, memiliki pendapat yang berbda mengenai hal itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga, banyaknya populasi motor di negara ini, jangan lantas kendaraan roda dua tersebut dicap sebagai alat pembunuh nomor satu.
"Banyak faktor lain yang menyebabkan tingginya angka kecelakaan motor, diantaranya faktor kondisi jalan raya dan disiplin pengendaranya," ujarnya disela peresmian Pekan Nasional Keselamatan Jalan, di Theater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Gunadi menggambarkan, kondisi jalan-jalan raya di Indonesia masih mengkhawatirkan, baik dari segi ukuran, maupun kualitasnya.
"Lihat saja, banyak jalan-jalan yang masih berlubang, tapi dibiarkan saja," ujarnya.
Belum lagi bila melihat ruas jalan yang sempit, tapi dipadati dengan mobil, motor, bus, truk, yang berbarengan melintas pada satu jalur.
Selain itu, faktor pengendara itu sendiri, yang tidak bisa disangkal banyak memicu terjadinya kecelakaan dijalan raya.
"Masih banyak motor yang menerobos lampu merah, melawan arus, bahkan memotong jalur pengendara lain," tegasya.
Karena, kedepannya dibutuhkan dukungan dari semua pihak, hususnya pemerintah, produsen sepeda motor, maupun pengendara itu sendiri.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil