"Bila dibandingkan dengan alat angkut lain motor itu bisa dibilang tidak begitu save, jadi sangat bahaya bila mengizinkan motor untuk melaju di jalan tol terutama yang berjarak jauh," ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bambang Susantono saat dihubungi detikOto, Senin (22/6/2009).
Karena selain tidak memiliki perangkat safety yang cukup, konsep dari sepeda motor yang bukan digunakan untuk jarak jauh pun patut menjadi pertimbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu pastinya akan sangat bahaya bila pengguna motor dipaksakan untuk melaju jarak jauh. Apalagi di jalan tol juga hanya ada sedikit tempat istirahat.
Padahal pengendara sepeda motor lebih rentan lelah bila dibanding pengguna alat transportasi lain.
"Yang pasti masalah keselamatan itulah yang musti kita tekankan," ujarnya.
Apalagi rutinitas mudik yang biasa dilakukan masyarakat setiap tahunnya dapatlah menjadi pelajaran.
Sebab menurut Bambang disetiap mudik lebaran jumlah kecelakaan yang terjadi dipastikan didominasi oleh roda dua alias motor.
"Dan sekitar 70 persennya itu kecelakaan motor akibat bersenggolan dua motor bukan tabrakan head to head," jelasnya.
Karena itulah bila jalur tol yang berjarak jauh direalisasikan nantinya akan sangat rentan bagi para pengendara untuk saling bersenggolan.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Nurdin Manurung sebelumnya menuturkan pengendara motor bakal diperbolehkan masuk jalan tol dengan keadaan khusus antara lain dengan adanya lajur khusus untuk motor.
Untuk soal keamanan menurut Nurdin bisa dipenuhi dengan adanya lajur khusus tersebut seperti di Suramadu.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini