Hal ini diungkapkanΒ oleh Vice President Business Development Blue Bird Group, Noni S. A. Purnomo kepada detikOto disela-sela acara peluncuran armada taksi baru Blue Bird E-Class Kompresor di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (17/6/2009).
"Silver Bird pangsanya ekspatriat," ucap Noni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tarif angkutan umum taksi E-Class eksekutif di wilayah Propinsi DKI Jakarta untuk sekali buka pintu yakni Rp 9.000 lebih mahal sedikit dibandingkan C-Class yang sebesar Rp 7.500 sekali buka pintu.
Selain itu, harga per km E-Class juga lebih mahal yakni sebesar Rp 5.500. C-Class sendiri tarif per km-nya mencapai Rp 4.400.
Disamping itu, Presiden Direktur Blue Bird Group Indonesia menegaskan jika peluncuran armada taksi E-Class ini, maka masyarakat menengah keatas bisa mendapatkan kenyamanan yang lebih dengan memakai Silver Bird E 200 Kompresor.
Batal Pakai Biodiesel
Sementara itu karena buruknya kualitas biodiesel di tanah air membuat Blue Bird Group batal menggunakan bahan bakar biodiesel pada armada taksinya.
"Secara kulitas biodiesel di tanah air tidak bagus, hal ini yang membuat kita berpikir untuk menggunakan bahan bakar tersebut pada mesin yang akan kita gunakan pada armada taksi kita," ujarnya.
Menurutnya, jika dipaksakan maka hasilnya tidak bagus malah membuat polusi udara. "Nanti malah membuat polusi udara, dan itu malah mengganggu sekali," ujarnya.
Namum, ia menegaskan rencana Blue Bird Group untuk menggunakan bahan bakar biodiesel akan terus diupayakan untuk mendukung program mobil ramah lingkungan.
"Kita terus berupaya, dengan begitu kita tetap mendukung program pemerintah yaitu pemakaian mobil ramah lingkungan yang saat ini sedang gencar-gencarnya," ujarnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan