Mercy E 200 K, Taksi untuk Ekspatriat

Mercy E 200 K, Taksi untuk Ekspatriat

- detikOto
Kamis, 18 Jun 2009 10:09 WIB
Mercy E 200 K, Taksi untuk Ekspatriat
Jakarta - Hadirnya Mercerdes Benz E 200 Kompresor sebagai armada taksi di Jakarta maka bertambah pula armada taksi untuk kaum profesional eskpatriat yang tinggal di Jakarta.

Hal ini diungkapkanΒ  oleh Vice President Business Development Blue Bird Group, Noni S. A. Purnomo kepada detikOto disela-sela acara peluncuran armada taksi baru Blue Bird E-Class Kompresor di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (17/6/2009).

"Silver Bird pangsanya ekspatriat," ucap Noni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini menandakan, bahwa penumpang taksi E 200 Kompresor bukanlah orang biasa seperti penumpang taksi Blue Bird lainnya.

Tarif angkutan umum taksi E-Class eksekutif di wilayah Propinsi DKI Jakarta untuk sekali buka pintu yakni Rp 9.000 lebih mahal sedikit dibandingkan C-Class yang sebesar Rp 7.500 sekali buka pintu.

Selain itu, harga per km E-Class juga lebih mahal yakni sebesar Rp 5.500. C-Class sendiri tarif per km-nya mencapai Rp 4.400.

Disamping itu, Presiden Direktur Blue Bird Group Indonesia menegaskan jika peluncuran armada taksi E-Class ini, maka masyarakat menengah keatas bisa mendapatkan kenyamanan yang lebih dengan memakai Silver Bird E 200 Kompresor.

Batal Pakai Biodiesel

Sementara itu karena buruknya kualitas biodiesel di tanah air membuat Blue Bird Group batal menggunakan bahan bakar biodiesel pada armada taksinya.

"Secara kulitas biodiesel di tanah air tidak bagus, hal ini yang membuat kita berpikir untuk menggunakan bahan bakar tersebut pada mesin yang akan kita gunakan pada armada taksi kita," ujarnya.

Menurutnya, jika dipaksakan maka hasilnya tidak bagus malah membuat polusi udara. "Nanti malah membuat polusi udara, dan itu malah mengganggu sekali," ujarnya.

Namum, ia menegaskan rencana Blue Bird Group untuk menggunakan bahan bakar biodiesel akan terus diupayakan untuk mendukung program mobil ramah lingkungan.

"Kita terus berupaya, dengan begitu kita tetap mendukung program pemerintah yaitu pemakaian mobil ramah lingkungan yang saat ini sedang gencar-gencarnya," ujarnya.

(ikh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads