Wacana Konversi Mobil BBM ke Gas Dikritik

Wacana Konversi Mobil BBM ke Gas Dikritik

- detikOto
Senin, 01 Jun 2009 11:44 WIB
Wacana Konversi Mobil BBM ke Gas Dikritik
Jakarta - Rencana PT Pertamina (persero) untuk melakukan konversi kendaraan BBM ke gas ternyata menuai banyak kritik.

Untuk mematangkan konversi, Pertamina harus menyiapkan dulu infrastrukturnya terlebih dulu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Johnny Darmawan, ketika berbincang dengan detikOto akhir pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Siapkan saja dulu infrastruktur pendukungnya baru ngomong," ujar Johnny.

Menurut Johnny wacana konversi kendaraan yang sebelumnya menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke bahan bakar gas sesungguhnya sudah bergulir sejak lama.

"Tapi tidak ada tindakan nyata yang serius dari mereka," cetusnya.

Johnny pun mengambarkan bahwa konversi ini haruslah didukung oleh banyak SPBU gas di seluruh wilayah Indonesia agar pemilik kendaraan tidak risau dan resah bila mereka melakukan perjalanan ke luar kota.

Sedangkan sekarang, lanjut Johnny, untuk armada busway atau TransJ saja Pertamina hanya sanggup menyediakan satu tempat pengisian bahan bakar.

"Apalagi kalau ini skalanya diperluas, memang Pertamina sanggup menyediakan ribuan SPBU gas dalam jangka waktu cepat?" tanya Johny yang juga merupakan Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) ini.

Dan ketika disinggung mengenai rencana awal konvensi yang hanya akan meliputi mobil-mobil di Jabodetabek saja, Johnny pun kembali mempertanyakannya.

"Tidak mungkinlah, kalau ada yang mau membawa mobilnya keluar kota dan bahan bakar mereka habis di tengah jalan bagaimana?" tanyanya lagi.

Industri mobil, lanjutnya pada prinsipnya akan ikut-ikut saja. "Tapi sebaiknya, Pertamina benahi infrastruktur mereka dulu sebelum bicara," ujarnya.

Sebelumnya Vice President Gas Domestik PT Pertamina (Persero) Wahyudin Akbar mengatakan bahwa Pertamina saat ini sedang menggodok rencana konversi kendaraan dari BBM ke gas.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads