Hal ini terungkap ketika Marketing Communication Manager PT Toyota-Astra Motor Achmad Rizal berbicara dengan detikOto via telepon, Selasa (19/5/2009).
Sulitnya memasukkan Prius bukan karena oktan bahan bakar yang dibutuhkan Toyota Prius, tetapi kebersihan bahan bakar yang ada di pasaran saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendala ini, lanjut Rizal, karena masyarakat Indonesia belum care untuk emisinya, terutama untuk mobil ramah lingkungan seperti Prius.
Selain itu, untuk memasukkan Prius generasi paling anyar harus mengacu dulu kepada kebijakan markas Toyota di Jepang yakni Toyota Motor Co. Apakah Indonesia menjadi prioritas negara untuk pasaran Toyota Prius ke depan atau tidak.
"Secara keinginan kita ingin, tetapi ada faktor seperti policy dari Toyota Jepang, apakah Indonesia menjadi prioritas negara untuk pemasaran Toyota Prius," tandasnya.
Ketika dirilis di Jepang, TMC mematok Prius seharga 2,05 juta yen atau US$ 21.600 dan lebih murah dari model sebelumnya. Di Amerika sendiri, Prius akan mulai dipasarkan tahun depan dengan harga US$ 22.000, tidak berubah dari harga Prius model 2009.
Ketika disinggung mengenai hara Prius jika benar-benar masuk ke Indonesia, Rizal belum bisa mematok harga. "Tidak bisa bilang apa-apa, masalah harga belum ada," ujarnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
SIM Digital Meluncur, Apa Keunggulannya?
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya