Sebab lebih dari 50 persen penjualan kendaraan yang terjadi di Indonesia itu melalui jalur kredit.
Namun tingginya minat masyarakat untuk mengambil kendaraan lewat jalur kredit inilah yang juga membuat semua lembaga pembiayaan kredit yang ada jadi makin arogan dengan konsumennya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itulah tidak heran bila Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menerima banyak sekali keluhan perihal masalah kredit kendaraan ini.
"Konsumen yang mengeluh ke YLKI terkait masalah kredit kendaraan cukup tinggi," ujar anggota pengurus harian YLKI Daryatmo ketika berbincang dengan detikOto, akhir pekan lalu.
Keluhan yang masuk ke YLKI menurut Daryatmo memang lebih banyak terkait penarikan kendaraan oleh pihak leasing yang kebanyakan semena-mena.
"Banyak sekali keluhan konsumen tentang lembaga pembiayaan yang arogan," ungkap Daryatmo.
Arogansi leasing itu lanjut Daryatmo dapat dilihat ketika konsumen telat membayar angsuran. Ketika ini terjadi, pihak leasing biasanya bertindak reaktif dengan menarik langsung kendaraan kredit.
Padahal belum tentu konsumen tidak niat membayar, keterlambatan yang terjadi mungkin saja disebabkan kerena beberpa hal yang tidak terduga.
"Seharusnya leasing dapat mempertimbangkan alasan keterlambatannya itu, jangan langsung tarik kendaraan," ujar Daryatmo.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil