Sementara produsen otomotif terbesar AS, General Motors (GM) juga mengumumkan kerugian hingga US$ 6 miliar pada kuartal I-2009. Kedua raksasa otomotif dunia itu kini harus berjuang menghadapi anjloknya permintaan kendaraan akibat krisis finansial.
Toyota secara dramatis mengumumkan kerugian US$ 4,4 miliar dibandingkan laba yang dicetak tahun sebelumnya sebesar 1,72 triliun yen. Toyota mencetak rugi operasional hingga 461 miliar yen, dibandingkan laba operasional yang mencapai 2,27 triliun pada tahun fiskal sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelemahan yang signifikan dari penjualan kendaraan terutama di AS dan Eropa, cepatnya apresiasi yen atas dolar AS dan euro serta meningkatnya harga bahan baku menjadi pemicunya," jelas Presiden Toyota, Katsuaki Watanabe seperti dikutip dari AFP, Jumat (8/5/2009).
Toyota juga memperingatkan kondisi akan semakin buruk untuk kedepannya. Toyota memperkirakan rugi bersihnya bisa mencapai 550 miliar yen, dengan rugi operasional sebesar 850 miliar yen atau sekitar US$ 8,6 miliar.
Toyota pada tahun 2008 berhasil menggeser GM sebagai penjual mobil paling laris. Namun hal itu disebabkan karena penurunan penjualan GM lebih banyak ketimbang penurunan penjualan Toyota. Intinya, kedua produsen otomotif raksasa dunia itu sama-sama menghadapi penurunan penjualan.
Kerugian GM
Sementara GM mengumumkan kerugian hampir US$ 6 miliar seiring anjloknya permintaan. Pada kuartal I-2009, GM mencatat kerugian hingga US$ 5,9 miliar, dibandingkan kerugian US$ 381 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan GM anjlok hingga 47% menjadi US$ 22,4 miliar pada kuartal I-2009. GM juga memangkas produksi globalnya hingga lebih dari 900.000 kendaraan atau sekitar 40%.
Rekor buruk GM itu semakin memunculkan spekulasi raksasa otomotif itu akan segera bangkrut mengikuti rekannya, Chrysler yang telah mendaftarkan kebangkrutan terlebih dahulu,
"Kita terus melihat kemungkinan GM bangkrut 60-80%," ujar Himansu Patel, analis dari JP Morgan Chase.
(qom/syu)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS