Hal tersebut pun membuka peluang Indonesia untuk mendekati perolehan prestasi penjualan mobil Thailand untuk kemudian menyalipnya.
Sebab di bulan Maret lalu, penjualan mobil di Thailand turun secara signifikan dari bulan-bulan sebelumnya. Di bulan ketiga tersebut, bahkan penjualan mobil mereka turun sebanyak 37,8 persen dari periode yang sama tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan penjualan mobil di Thailand tersebut melanda hampir semua model kendaraan penumpang mulai dari sedan, city car, SUV hingga MPV yang mengalami penurunan hingga 23,4 persen.
Bahkan untuk kendaraan komersil penurunan yang terjadi lebih tinggi lagi yakni mencapai angka 44,5 persen.
"Kami telah melihat penurunan penjualan yang terjadi selama 10 bulan terakhir disebabkan karena pasar yang sangat lesu, terutama di pasar kendaraan komersial yang jatuh hingga 44,5 persen," ungkap Toyota Motor Thailand seperti dikutip AFP, Rabu (22/4/2009).
Hal tersebut terjadi karena konsumen di saat krisis ini menjadi sangat berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka. Kontraksi tersebut nampaknya masih akan terus berlanjut.
Apalagi di Thailand pada bulan April ini telah terjadi berbagai peristiwa politik dan ekonomi yang cukup mengkhawatirkan.
Karena itulah, bila keadaan ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin posisi Thailand sebagai penjual mobil terbanyak di Asia Tenggara akan disalip oleh Indonesia.
Dan sebagai catatan, di bulan Maret lalu pasar mobil nasional Indonesia berhasil menyerap 34.117 unit mobil atau hanya selisih 7.211 unit saja dari prestasi Thailand.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?