Ford Ranger dan Everest Keluar Barengan

Ford Ranger dan Everest Keluar Barengan

- detikOto
Selasa, 21 Apr 2009 16:00 WIB
Ford Ranger dan Everest Keluar Barengan
Jakarta - PT Ford Motor Indonesia akhirnya memutuskan untuk meluncurkan New Ford Ranger dan New Ford Everest secara bersama-sama pada akhir Juni 2009.

"Kita akan merilis New Ford Ranger dan New Ford Everest secara bersama-sama akhir Juni 2009," kata Direktur Pemasaran Davy Tuilan pada Media Gathering di FX Senayan ruang FXpod, Senin (6/3/09).

Tadinya Ford Ranger akan diluncurkan bulan Juni sedangkan Ford Everest pada akhir triwulan ketiga 2009. Menurutnya, dengan hadirnya New Ranger berarti memperkuat posisi Ford Ranger di pasar otomotif Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak itu saja, PT FMI juga akan menyegarkan tampilan New Ford Ranger. Untuk itu, FMI akan membuat New Ford Ranger lebih memukau dari sebelumnya.

"New Ford Ranger akan sangat memukau dari sebelumnya. Tidak hanya dari segi model tetapi, value eksterior dan interior juga ditambah pada varian terbaru ini," ujar Davi.

Tidak sampai disitu, FMI ternyata benar-benar ingin mengekspansi pasar SUV di Indonesia dengan cara bukan hanya merilis SUV New Ford Ranger, melainkan akan menambah 4 tipe Ranger di Indonesia.

"kami akan menambah 4 varian New Ford Ranger dari sebelumya 11 tipe Ranger," ujarnya.

Berarti akan ada 15 Ford Ranger yang beredar di pasar otomotif Indonesia. Hal ini dilakukan FMI hanya untuk kepuasan pecinta SUV. "Semua ini untuk kepuasan para pelanggan," tandasnya.

Sementara untuk SUV Everest, PT Ford Motor Indonesia akan menambah tipe Ford Everest yang dipercaya lebih mengisyaratkan kemewahahan.

"Tipe Ford Everest akan ditambah dengan tipe Luxurious, hanya untuk konsumen yang suka dengan kemewahan," ujarnya.

Namun, ketika ditanya berapa harga kedua varian terbaru tersebut, Presdien Direktur FMI Will Anggove tidak bisa menyebutkan secara detil.

"Perbaikan dari model dan fitur-fitur yang baru menandakan kenaikan harga yang sangat signifikan, namun itu tergantung dari apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," tandas Will.

(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads