BYD China Ikut Perang Mobil Listrik

BYD China Ikut Perang Mobil Listrik

- detikOto
Selasa, 21 Apr 2009 14:05 WIB
BYD China Ikut Perang Mobil Listrik
Shanghai - Pasar mobil listrik yang masih terbuka lebar telah membuat banyak pihak tergiur untuk turun ke area ini.

Seperti halnya dengan perusahaan asal China yakni BYD Auto rencananya akan segera menjual baterai mobil listrik ke beberapa perusahaan otomotif global.

"Kami sedang melakukan pembicaraan ke sejumlah perusahaan asing. Dalam
pembicaraan tersebut rencananya kami akan bekerja sama untuk menyuplai baterai kami ke beberapa perusahaan otomotif," ungkap General Manager BYD Auto Henry Z. Li seperti dikutip AFP, Selasa (21/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Li mengatakan bahwa mobil listrik sebenarnya adalah sebuah kesempatan. Dan pihaknya tentu akan mendapat keuntungan bila jeli menggunakan peluang ini.

"Kendaraan yang menggunakan energi terbarukan di masa depan akan mendapat pangsa pasar yang besar. Dan kami ada dalam tren tersebut. Bahkan saya percaya dalam 5 tahun ini perusahaan dapat membuat divisi baru yang khusus menangani masalah ini," tukas Li.

Tahun lalu di China, BYD Auto telah berhasil mengalahkan produk General Motors yakni Volt melalui mobil hybrid pertama mereka F3DM akhir tahun lalu.

Bahkan BYD pun mengatakan akan segera β€˜mengobral’ mobil hybrid mereka
tersebut ke pasar Amerika dan Eropa.

BYD pun rencananya akan kembali meluncurkan mobil listrik E6 pada tahun ini dan menargetkan dapat menjual kedua produk tersebut sebanyak 400.000 unit di tahun 2009 ini.

Selain itu, tahun ini, BYD pun juga akan mengeluarkan lima model baru lainnya.

Karena itulah perusahaan sebesar GM pun akhirnya serius dan tidak memandang sebelah mata perusahaan-perusahaan China tersebut.

"Saya pikir kami harus sangat serius mempertimbangkan China sebagai kompetitor baterai dan mobil listrik, " ungkap Presiden General Motors Asia Pasifik Nick Reilly.

Walaupun begitu, Reilly ternyata belum melihat adanya kemajuan teknologi baterai di perusahaan China. Namun menurut Reilly teknologi dapatlah tersebar dengan cepat, apalagi bila pemerintah negara tesebut mendukungnya.

"China mungkin merupakan sebuah negara yang memipin transisi ke arah mobil listrik. Sebab kota-kota di China memiliki permintaan tersendiri pada mobil listrik kecil. Anda pun melihat pertumbuhan yang cukup cepat disini, bahkan mungkin lebih cepat dibanding tempat mana pun di dunia," ujar Reilly.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads