Hal tersebut disampaikan Sekjen Gaikindo Freddy Sutrisno kepada detikOto menanggapi rencana Toyota untuk membuat sebuah mobil murah di Indonesia, Senin malam (20/4/2009).
"Mobil murah tidak akan serta merta di terima oleh pasar Indonesia, butuh waktu dan tenaga untuk membuat produk itu dapat diterima," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
membutuhkan waktu untuk menarik minat pembeli.
"Dan paling tidak 1-2 tahun pertama adalah masa-masa yang paling sulit bagi sebuah produk baru," ujarnya.
Karena itu pabrikan yang mengeluarkan mobil murah ini haruslah tahan banting mempertahankan produknya.
Sebab paling tidak ada 1.000 unit kendaraan tersebut di tiap kota agar masyarakat dapat melihat dan menilai langsung kendaraan tersebut.
"Harus ada paling sedikit 1.000 unit mobil baru itu dulu di 'urat nadi' setiap kota khususnya Jakarta untuk menarik minat masyarakat," ucapnya.
PT Toyota Astra Motor (TAM) berencana akan mengeluarkan sebuah varian yang lebih murah dari Avanza dan berharga di bawah Rp 100 juta.
Mobil tersebut ditargetkan akan dapat terwujud di tahun 2010 mendatang. Karena TAM merasa telah menjalani masa-masa indah dengan Avanza yang berharga murah dan tentunya berharap masa itu dapat terulang dengan hadirnya mobil murah tersebut.
Apalagi dengan kemunculan mobil Tata Nano di India yang semakin membuat pabrikan berlomba-lomba menciptakan mobil murah.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya
Bye Kartu Plastik! Pakai SIM Digital Tinggal Scan Barcode di HP