Penurunan penjualan Avanza terjadi karena TAM membatasi kapasitas produksi Avanza. Pembatasan produksi ini sebagai jawaban untuk menangani lemahnya permintaan yang terjadi dalam dunia otomotif akibat krisis keuangan global yang menyebar ke Indonesia.
Hal tersebut disampaikan GM Marketing TAM Widyawati Soedigdo kepada detikOto, Selasa (14/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penekanan produksi Avanza tersebut dilakukan dengan berbagai hal salah satunya adalah dengan memangkas waktu shift pekerja pabrik yang tadinya 2 shift menjadi 1 shift.
"Itulah yang menyebabkan penjualan Avanza jadi terlihat turun. Padahal mah tidak," tukas Widyawati.
Widyawati membantah anggapan kalau Avanza sudah tidak diminati masyarakat lagi.
"Permintaan pasar terhadap Avanza masih cukup tinggi, bahkan untuk membelinya konsumen masih harus inden selama 2 bulan," kata Widyawati.
Widyawati pun menjelaskan bahwa untuk melihat penurunan minat masyarakat pada sebuah produk sebenarnya cukup mudah. Tinggal melihat saja stok produk tersebut di pasaran.
Bila sebelumnya produk itu inden, maka ketika terjadi penurunan permintaan, status produk tersebut akan menjadi ready stok.
"Nah itu kan tidak terjadi di Avanza, jadi bisa di bilang demand Avanza memang tidak turun seperti yang disangka orang," jelasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?