"Kemungkinan selalu ada peluang untuk mobil nasional tersebut dan itu butuh waktu, kita tahu prospek mobnas lebih berkembang di kota besar karena sesuai dengan kegunaannya sehari-hari. Mobil nasional akan berkembang tapi butuh waktu," kata pengamat otomotif Suhari Sargo ketika dihubungi detikOto akhir pekan lalu.
Jika dibandingkan mobil Jepang dan Amerika dengan teknologi yang canggih dan pelayanan yang sangat baik maka konsumen akan lebih memilih kedua mobil hasil produksi negara-negara luar itu. "Saya rasa konsumen tahu mana yang harus dipilih," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil-mobil produksi nasional yang kini tengah dikembangkan antara lain mobil Gunakan Energi Alternatif (GEA) yang diproduksi PT Inka dengan bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Hingga berlanjut pada mobil Arina. The city car dari Semarang yang berkapasitas mesin 150 cc, 200 cc dan 250 cc.
Semua mobil ini direncanakan akan menjadi 100 persen produksi lokal, dan keseluruhan ini adalah projek pemerintah yang diharapkan dapat menembus pasar otomotif Indonesia.
Dalam hal ini, Suhari mengingatkan jangan hanya memproduksi namun, kembali lagi soal produk yang didukung teknologi, mutu dan pelayanan.
(ikh/ddn)
