Hal tersebut disampaikan pengamat otomotif Martin T. Teiseran ketika dihubungi detikOto, Senin (16/3/2009).
Menurutnya, Honda Jazz susah untuk dikalahkan oleh pendatang baru New Toyota Yaris. Hal ini dikarenakan Toyota Astra Motor hanya melakukan facelift saja pada produk Yaris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut dilihat karena peluncuran kedua produk Honda Jazz sudah sangat berubah pada bentuk bodinya.
"Tidak saja pada bodinya, perubahan juga pada mesin mobil Honda Jazz," ujar Martin.
Dia memprediksi New Toyota Yaris tetap akan akan membayangi Honda Jazz saja.
Selain itu, Martin menyebutkan Toyota Yaris akan mengungguli pasar hatchback jika TAM melakukan perubahan yang besar pada produknya tersebut. "Hanya dengan syarat tersebut," tegasnya.
Menanggapi hal itu Presdir PT TAM Johnny Darmawan di sela-sela peluncuran Toyota New Yaris di Blitz Megaplex, Grand Indonesia menuturkan pihaknya menyerahkan kepada konsumen untuk memilih yang terbaik.
"Kita tidak perlu berkompetisi, biarkan konsumen yang memilih. Pastinya, New Yaris hadir karena permintaan dari konsumen kita yang segmentasinya anak muda," ujar Johnnya.
Masih menurut Johnny, di tengah lesunya pasar otomotif saat ini, seharusnya setiap produk yang dikeluarkan bisa memancing pasar untuk kembali bergairah.
Karenanya, TAM hanya berusaha mengembalikan posisi Yaris pada peringkat kedua di pasar kelas Hatchback, setelah Honda Jazz.
"Dari penjualan pasti mengalami penurunan, namun kita harapkan market sharenya naik pada kisaran 25%," ujarnya.
Sampai saat ini, Honda Jazz masih merajai pasar kelas hatchback dengan jumlah penjualan selama tahun 2009 sebanyak 2.170. Sementara pesaing New Yaris lainnya, Suzuki Swift, menduduki posisi kedua dengan angka penjualan sebanyak 1.160 unit berdasarkan data Gaikindo pada bulan Februari ini.
Sedang Yaris sendiri, sampai bulan Februari ini, hanya mencatatkan angka penjualan sebanyak 570 unit. Sementara, PT TAM hanya menargetkan penjualan New Yaris sekitar 500 sampai 800 unit saja perbulannya, sehingga diprediksikan tidak akan bisa melewati pesaingnya di kelas yang sama, Honda Jazz dan Suzuki Swift.
Sedangkan PT Prospect Motor (HPM) selaku pemegang brand Honda Jazz merasa tidak terpengaruh dengan hadirnya varian tersebut di pasar otomotif Indonesia.
"Kita tidak terpengaruh dengan keluarnya varian terbaru mobil tersebut," ungkap Director Marketing & Aftersales Service PT Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy beberapa waktu lalu.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih