Hal tersebut disampaikan Manager Pemasaran dan Penjualan PT Indomobil Niaga Internasional Bebin Djuana, disela-sela acara test drive Grand Vitara 2.4 di Yogyakarta, Kamis (5/3/2009).
"Sekarang sudah berbeda. Semua produk Suzuki harus mengikuti standar Suzuki Jepang. Ada kebijakan global dari Suzuki, sehingga kita sulit untuk membuat versi Indonesianya," ujar Benbin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya harga SUV ini jadi agak mahal. Jadi, meskipun Grand Vitara 2.4 liter bisa dirakit di tanah air, tetap tidak bisa menekan harga sampai maksimal, karena biar bagaimanapun, komponen impor masih sangat tergantung pada nilai tukar rupiah terhadap dolar.
"Karena pada dasarnya, yang namanya The Real SUV itu pasti mahal, karena dari bahan dan konstruksinya pun berbeda kualitasnya," ujar Bebin membela diri.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini