"Kami memilih untuk tidak menaikkan harga produk saat ini," kata Chief Executive Officer PT Indobuana Autoraya Paulus B. Suranto ketika ponselnya dihubungi detikOto, Senin (2/3/
Meski tekanan kurs semakin menguat, Foton bisa menekan harga karena kurs yang digunakan kurs yuan China. "Lagi pula nilai tukar produk kami yaitu yuan China, bukan yen Jepang atau dolar AS," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan suatu barang bisa disebabkan beberapa faktor, terutama faktor summary. Faktor yang satu ini disebabkan barang yang kita impor telah naik harga. Namun, jika kondisi masih mungkin untuk tidak naik, ya tidak. Ketika harus menaikan harga, ya kami lakukan," ujarnya.
Yang kedua yaitu disebabkan oleh detail. Faktor ini disebabkan nilai tukar mata uang yang tinggi, harga material, dan upah buruh. "Jadi banyak sekali faktor," tegasnya.
Truk-truk Foton terakhir kali naik harganya pada bulan Oktober dan Desember. (ikh/ddn)













































Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB