Biar Bekas Dipakai Orang, Tetap Bergairah

Biar Bekas Dipakai Orang, Tetap Bergairah

- detikOto
Sabtu, 21 Feb 2009 11:02 WIB
Biar Bekas Dipakai Orang, Tetap Bergairah
Jakarta - Meski bekas dipakai orang, mobil-mobil bekas masih menarik minat orang untuk membeli. Harga yang melambung, tidak jadi masalah, no problem boss!.

Buktinya dialami shoowroom mobil88 yang berhasil meraup keuntungan di bulan Januari dengan menjual 400 unit kendaraan, di pusat penjualan mobil bekas juga terjadi. Seperti yang dialami oleh showroom mobil lainnya seperti RGM Auto yang terletak di Jalan RS Fatmawati Raya No. 19 A.

"Saat ini pasar mobil bekas mulai bergairah lagi, meskipun adanya kenaikan harga sebesar Rp 15 sampai Rp 20 juta per unit," kata pemilik RGM Auto Novel Shebubakar ketika dihubungi detikOto, Jumat (20/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga mobil bekas yang naik Rp 15 sampai Rp 20 juta tidak menjadi masalah karenaa ada beberapa hal yang meringankan konsumen bila membeli dengan cicilan.

Di RGM Auto, menawarkan suku bunga kredit rendah dengan menawarkan bunga sebesar 12 persen jangka waktu cicilan 3 tahun, dan 11 persen jangka waktu 2 tahun, dan untuk 1 tahun sebesar 10 persen.

Novel berkeyakinan, dengan adanya penurunan suku bunga pembiayaan mobil bekas ini yang membuat permintaan mobil bekas semakin meningkat hingga 15 persen.

"Nyatanya sampai tanggal 20 Februari 2009 ini saya berhasil menjual 15 unit kendaraan. Meningkat dari bulan Januari 2009 yang berhasil menjual 17 unit kendaraan sampai tanggal 31 Januari," ujarnya.

Hal serupa juga dirasaka oleh Showroom Baruna Motor yang terletak di Jalan R.S Fatmawati No. 70 Jakarta Selatan.

"Pasar mobil bekas mulai bangkit kembali meskipun adanya kenaikan harga setiap unitnya. Hal ini karena adanya suku bunga pembiayaan yang meringankan konsumen," kata Marketing Showroom Baruna Motor, Sentot S.

Showroom Baruna Motor saat ini memberikan suku bunga pembiayaan yang cukup rendah bila dibandingkan bulan Januari 2009. Saat ini suku bunga kredit yang disiapkan oleh Baruna Motor untuk mobil Jepang sebesar 13 persen untuk 3 tahun, 12 persen untuk 2 tahun dan 11 persen untuk 1 tahun, dan untuk mobil bekas produk Eropa sebesarΒ  15 persen untuk 3 tahun, 14 persen untuk 2 tahun dan 13 persen untuk 1 tahun.

Sentot sangat optimis dengan adanya suku bunga rendah di tengah krisis global saat ini. Showroomnya sudah berhasil menjual 10 unit kendaraan sampai tanggal 20 Februari 2009 ini. (ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads