"Nissan Motor Indonesia tidak ada rencana karena dampak tersebut. Tidak ada PHK, yang terjadi di Jepang tidak akan berpengaruh ke Nissan Indonesia," kata Deputy Director Nasional sales & Promotion PT Nissan Motor Indonesia Teddy Irawan ketika dihubungi detikOto, Selasa (10/2/09).
Teddy menjelaskan, Nissan terus berupaya mempertahankan pekerjanya. Nissan tidak berencana menekan biaya produksi yang tinggi di tengah krisis seperti sekarang dengan memangkas karyawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nissan Motor Indonesia ternyata tetap optimis di tengah krisis global yang tak kunjung usai antara lain dengan upaya pengaturan stok kendaraan. "Stock dan demand konsumen harus balance sehingga cash flow dijaga sebaik mungkin sehingga dapat meminimalisir stok kendaraan," tambah Teddy.
CEO Nissan Motor Co Carlos Ghosn menuturkan rencana PHK sekitar 20.000 karyawannya di seluruh dunia terjadi karena rugi operasional yang pertama kali diderita Nissan selama 9 tahun terakhir. (ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas