Seperti dikutip AFP, Minggu (8/2/2009) Isuzu mengatakan pihaknya kemungkinan akan mengalami kerugian hingga 15 miliar yen atau sekitar US$ 165 juta sampai 31 Maret mendatang.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan perkiraan sebelumnya yang mengatakan bahwa mereka akan mendapatkan profit hingga 40 miliar yen
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ternyata sebelum krisis keuangan terjadi, Isuzu pun bahkan telah merasakan efek dari penurunan permintaan produknya, terutama untuk produk SUV (sports-utility vehicles) mereka di negara Amerika Serikat.
Menurut Isuzu, penurunan volume penjualan yang terjadi sekarang ini adalah bagian dari dampak penurunan keuangan global.
Tapi ketika melihat kemajuan sektor ekonomi negara asia saat ini yang dirasa cukup siginifikan, Isuzu pun seperti mendapat oase bagi penjualan truck pick-up mereka.
Melihat itu semua, Isuzu pun berharap dapat bertahan dengan memotong biaya operasional dari 60 miliar yen ke sembilan miliar yen.
Karena itulah saat ini Isuzu 'hanya' berharap akan mendapatkan hasil penjualan sebesar 1,46 triliun yen atau turun dari ramalan sebelumnya yang mencapai angka 1,65 triliun yen.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini