Demikian pernyataan resmi dari General Motors seperti dikutip AFP, Selasa (16/12/2008). Pengumuman ini muncul setelah belum jelasnya usulan dana talangan industri otomotif khususnya untuk the big three yakni General Motors, Ford dan Chrysler dari pemerintah AS karena belum adanya persetujuan dari parlemen. Permintaan yang melemah memaksa GM menutup sementara pabriknya.
"Situasi pasar memperlihatkan situasi yang memberikan dampak pada industri otomotif. Atas alasan itu kami akan secara kontinu merevisi tingkat produksi untuk menjaga permintaan pasar," demikian pernyataan dari General Motors.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penghentian sementara pabrik memungkinkan kami untuk melakukan perawatan pabrik dan menjaga keseimbangan produksi," ujarnya.
Meski General Motors (GM) Corp sedang 'kisruh' karena dana talangan atau bailout yang belum juga mengucur. Namun GM Indonesia sejauh ini tetap berupaya untuk fokus mengembangkan pasar otomotif di Indonesia.
Kendati demikian, GM tidak menargetkan ada pertumbuhan penjualan mobil di tahun 2009 di tengah tekanan krisis yang akan menekan angka penjualan mobil secara nasional.
"Fokus kita tidak berubah, kita akan tetap mengembangkan market," kata Mukiat Sutikno, Managing Director GM Indonesia saat berbincang dengan detikOto.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil