Proton Pertahankan Pasar Indonesia

Proton Pertahankan Pasar Indonesia

- detikOto
Senin, 01 Des 2008 15:20 WIB
Proton Pertahankan Pasar Indonesia
Shah Alam - Di tengah krisis keuangan yang melanda dunia, perusahaan mobil asal Malaysia, Proton Holdings Bhd tetap mempertahankan pasarnya di Indonesia. Proton tetap mempertahankan ekspor Proton Saga dan Persona ke Indonesia.

Demikian disampaikan Chairman Proton Holdings Bhd, Datuk Mohammed Azlan Hashim seperti dikutip Bernama, Senin (1/12/2008).

Persona mulai menapak di Indonesia pada bulan Juli. Selain Indonesia Saga akan diekspor ke Thailand dan Singapura, sedangkan Persona akan dikirim Proton ke negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Mesir dan Oman. Sedangkan negara Timur Tengah lainnya seperti Qatar dan Bahrain akan menerima model Persona pada bulan Desember ini.

Mengenai kinerja perusahaan, laba sebelum pajak Proton Holdings Bhd pada 6 bulan pertama di tahun 2008 mencapai 115,308 juta ringgit (atau Rp 400 miliar). Angka ini mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 41,896 juta ringgit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan pendapatan meningkat menjadi 3,5 miliar ringgit dari sebelumnya 2,45 miliar ringgit.

Chairman Proton Holdings Bhd, Datuk Mohammed Azlan Hashim, peningkatan kinerja perusahaannya itu terjadi karena peningkatan penjualan mobil Proton di pasar Malaysia.

Penjualan meningkat 12 persen menjadi 44.677 unit dari angka penjualan pada triwulan pertama sebanyak 39.888 unit. "Kami sangat puas dengan kinerja ini. Mobil model Persona dan Saga menyumbang penerimaan secara signifikan," ujarnya.

Mobil Persona menurutnya sudah di-booking sebanyak 61.000 unit sedangkan Saga sudah dipesan sebanyak 91.000 unit. Pangsa pasar mobil Proto di Malaysia mencapai 33,3 persen.

"Kita harus realistis meski ada krisis ekonomi global. Kita harus melangkah ke depan yang penuh tantangan. Ini tidak hanya mempengaruhi kita tapi juga keseluruhan industri," ujarnya.

Dia menambahkan Proton akan terus menimalisir biaya dan meningkatkan efesiensi dalam biaya operasinya. Namun investasi tetap jalan terus. (ddn/tbs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads