Studi ini bertajuk Indonesia Initial Quality Study (IQS) 2008. Respondennya terdiri dari 2.857 orang, pemilik dari 51 model kendaraan dari 13 merek mobil. Studi dilakukan antara Oktober 2007 sampai Juli 2008. Untuk setiap produk yang di-survey diberi penilaian dimana kualitas ditentukan oleh masalah yang dialami per 100 kendaraan (PP100). Skor yang lebih rendah memperlihatkan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi. Semakin sedikit keluhan, makin kecil skornya.
Hasilnya adalah produk-produk Toyota, Nissan dan Honda ternyata bertengger pada puncak pada 5 segmen yang telah ditentukan JD Power Asia Pasific. Untuk segmen premium compact car, kendaraan yang paling memuaskan pelanggannya adalah Nissan Livina dengan skor 99 PP100. Kedua Toyota Yaris (115 PP100) dan ketiga Suzuki SX4 (125 PP100).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota Avanza menjadi jawara di level entry MPV. Skornya 157 PP100, diikuti Suzuki APV skor 171 PP100 dan Daihatsu Xenia skor 177 PP100. Sementara pada segmen SUV bertengger nama Honda CR-V dengan skor 96 PP100, dibuntuti Nissan X-Trail dengan skor 107 PP100 dan Toyota Fortuner dengan skor 116 PP100.
Lantas dari seluruh komponen yang di-survey, mana yang paling banyak dikeluhkan? Rajeev Nair, Country Manager JD Power Asia Pasific dalam rilisnya yang diterima detikoto, Kamis (30/9/2008) ini menyebutkan, problem itu adalah mesin atau transmisi. “Lebih dari seperempat (26%) masalah yang dilaporkan terkait dengan mesin dan transmisi. Ini yang terbesar dari 8 komponen yang diukur.” Lebih spesifik lagi, yang biasa dikeluhkan adalah sukarnya saat memindahkan persneling kendaraan.
Yang perlu diingat, kepuasan pelanggan terhadap mobil yang dibelinya juga berarti promosi gratis bagi pemasaran mobil tersebut. JD Powers mencatat 46% pelanggan yang mengaku tak punya keluhan atas mobil yang dibelinya akan merekomendasikan mobil yang sama kepada koleganya. (tbs/tbs)










































