Melalui RUSNAS Engine (Riset Unggulan Strategis Nasional) mesin di teliti kelayakannya di BTMP, PUSPIPTEK, Serpong dan menunjukan hasil yang sangat memuaskan.
Pengujian secara laboratorium dengan Dynotest dilakukan di BTMP, Puspiptek, Serpong. Hasil optimalisasi awal adalah setting terbaik waktu pengapian adalah 27 derajat sebelum TMA dengan ukuran main-jet carburator 0,6mm. Setting tersebut menghasilkan daya (P) maks. 11,5 kW pada 3800 rpm, torsi (T) maks. 31 Nm pada 2800 rpm dan konsumsi bahan bakar (bsfc) min. 345 g/kWh.
Tes uji ketahanan (durability test) selama 100 jam menjadikan engine bertahan dengan daya dan torsi yang tetap stabil, dengan rata-rata daya 10,5 kW dan torsi 30 Nm dimana target masih dapat tercapai.
Untuk diketahui, tujuan Rusnas Engine adalah mengorientasikan kemampuan dan membangun jaringan kerjasama antar usaha swasta, lembaga penelitian dan perguruan tinggi teknik untuk mendorong penguasaan teknologi Rusnas Engine yang telah disusun antara lain mendorong tumbuh kembangnya klaster industri alat angkut untuk masyarakat Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?